Posts

Showing posts from December, 2013

BOS DARI NERAKA #1

Image
Bukankah (nyaris) selalu begitu? Kebanyakan bos memang lulusan atau masih jadi penghuni neraka jahanam? Mereka biasanya akan memerintah dan menyiksa kita demi kepentingan dan 'kebahagiaan' mereka. Sementara, kita mau tak mau menjadi budak mereka, lantaran pada saat yang sama butuh uang, dan pekerjaan, dan mungkin juga status sosial lainnya. Saya sendiri, entah berapa kali menyerah dari bos-bos jebolan neraka ini. Dengan sombong, saya bilang pada diri saya sendiri, kalau harga diri saya lebih tinggi ketimbang gaji yang mereka berikan. Meski, saya berakhir semi melarat, tapi setidaknya harga diri saya tetap cukup mahal. Konyol? Mungkin.  Tapi ini kisah klasik. klise dan klasik. Saya rasa hampir semua pegawai atau mantan pegawai pernah mengalaminya.  Jauh sebelum " Devil Wears Prada "(2006) atau " Horrible Bosses " (2011), kisah-kisah tentang bos licik, kejam, psycho , manipulatif, eksploitatif sudah menyelip diantara deretan film lain.  Saya pernah punya bos...

SYMPATHY FOR THE VICTIMS

Image
Belakangan, berita tentang perkosaan merebak dimana-mana. Setelah kasus demi kasus di India. Sekarang ramai (dugaan) kasus 'lokal' yang melibatkan sastrawan yang cukup terkenal. Kasus perkosaan, atau dugaan perkosaan selalu menjadi topik yang panas. Bahkan kadang bisa-bisa lebih panas dari kasus-kasus lain. Mendadak, ada begitu banyak pihak yang merasa layak angkat suara. Membela, atau menuduh, atau menduga tumpang tindih sebelum akhirnya 'hukum' memutuskan.  Namun l ebih seringnya, sang korban akan berakhir sebagai korban. Saya sendiri bukan orang yang ingin dan merasa layak menghakimi salah satu pihak.  Tapi perkosaan mengingatkan saya s aat kecil dulu ada film berjudul "Perawan Desa" (1978), pemainnya Yati Surachman. Film itu diangkat dari kisah Sumarijem alias Sum Kuning, perempuan penjual telur dari Godean, yang diperkosa secara bergilir oleh anak seorang tokoh masyarakat dan teman-temannya. Pengakuan Sum tak digubris - klise - dan dianggap tak benar. B...

CUT TO : CUNNILINGUS

Image
Beberapa hari yang lalu, tanpa sengaja saya membaca tentang protes seorang aktris muda yang adegan seksnya dipotong oleh lembaga sensor film Amerika. Sang aktris, Evan Rachel Wood, mengatakan bahwa ada standar ganda, kenapa dalam film, perempuan boleh dibunuh atau diperkosa, tapi tidak boleh diperlihatkan saat ia menikmati seksualitasnya. Ia bahkan mengatakan : " This is a symptom of society that wants to shame women and put them down for enjoying sex. A ccept that women are sexual beings.”  O ya, adegan yang dipotong dari film "Charlie Countryman" (2013)  yang dibintangi Wood ini adalah saat  karakter yang ia perankan menerima ' cunnilingus ' alias seks oral dari kekasihnya. Dan kita tidak sedang membicarakan film biru. Para kritikus mengatakan cunnilingus di film secara de facto menjadikan film itu sebuah arthouse , bukan film mainstream . Kedengarannya cukup aneh. Apa bedanya adegan  cunnilingus dengan fellatio ?  Selama ini, tampaknya memang begitu...